REGIONALISME DI KAWASAN EROPA & RUSIA BESERTA NEGARA-NEGARA SEKITARNYA
1. Latar Belakang Region & Regionalisme
a. Pengertian & teori regionalisme Andrew Hurrel (1995)
Mansbach mengungkapkan pendapatnya mengenai pengertian region atau kawasan yang menyatakan bahwa suatu region atau kawasan dikelompokkan berdasarkan faktor kedekatan geografis, budaya, perdagangan dan rasa saling bergantung dalam bidang perekonomian yang saling menguntungkan satu sama lain disusul komunikasi merangkap partisipasi aktif suatu negara tertentu dalam sebuah organisasi internasional (Raymond F. Hopkins & Richard W. Mansbach: 1973). Berbeda dengan Mansbach, Coulumbis dan Wolfe menjabarkan sebanyak empat teori yang bisa menjadi sumber definisi kawasan yang sebagai berikut adalah kriteria geografis (berdasarkan letak lokasi), politik/militer (berdasarkan orientasi aliansi-ideologi-politik), ekonomi (negara maju, berkembang atau mundur) dan transaksional (populasi penduduk dan barang). Sedangkan Bruce Russet berpendapat bahwa suatu kawasan dinilai melalui sistem sosio kultural dan sikap politiknya yang mirip, sering menjadi sesama anggota organisasi internasional, interdependensi ekonomi dan kedekatan geografis[1].
Sehingga dari paparan tiga definisi di atas, kita bisa menarik kesimpulan jika region atau kawasan merupakan suatu wilayah yang terbentuk atas dasar kedekatan letak geografis, kemiripan budaya, ideologi, status perekonomian, keanggotaan di organisasi internasional, dan sebagainya. Sebuah negara bisa berada dalam satu kawasan dengan negara lain tidak hanya karena faktor geografis seperti Organisasi Kerjasama Islam yang dimana Indonesia dan Malaysia menjadi negara anggota bersama mayoritas negara di Timur Tengah. Indonesia mampu berdiri sejajar dengan negara-negara maju di dunia karena kesamaan latar belakang ekonomi seperti dalam forum Group of 20 (G20).
Sedangkan Andrew Hurrel (1995) mengatakan bahwa untuk merasakan keberlangsungan Regionalisme wajib melewati sebanyak lima tahapan yang di antaranya adalah sebagai berikut:
Regionalisasi = Proses pertumbuhan integrasi kemasyarakatan dalam sebuah region/kawasan yang dibagi lagi menjadi soft & transnational regionalism,
Kesadaran identitas regional = Pandangan mengenai rasa memiliki komunitas tertentu yang diikat faktor internal,
Kerja sama regional antar negara = negosiasi bilateral antar rezim pemerintahan untuk meningkatkan kesejahteraan, kebersamaan dan menyelesaikan masalah regional serta membangun institusi formal dengan tujuan luas,
Integrasi regional = mengutamakan kerja sama dalam bidang ekonomi yang mendapat dukungan negara,
Kohesi regional = kombinasi antara empat tahapan sebelumnya termasuk kombinasi organisasi internasional, integrasi ekonomi, rezim pemerintahan dan intergoverntalisme tradisional dengan supranasionalisme[2].
b. Profil/Latar Belakang Kawasan Eropa
Kawasan Eropa yang dimaksud di sini adalah Uni Eropa dengan perjalanan sejarahnya yang panjang sejak pembentukan area Belgia-Netherland-Luxemburg (Benelux) sampai Perjanjian Lisbon 2009 serta sering dinobatkan sebagai ‘role model’ bagi kesuksesan dari berjalannya sistem regionalisme.
Pembentukan Uni Eropa sudah dimulai sejak custom unions antara Belgia-Netherland-Luxemburg terbentuk tanggal 1 Januari 1948. Lebih dari dua tahun selepas Benelux bersatu, Menteri Luar Negeri Perancis saat itu Robert Schuman menggagas European Coal and Steel Community (ECSC) atau Komunitas Masyarakat Batu Bara dan Baja sebagai wadah penyatuan produksi beserta perdagangan batu bara dan baja antara Perancis dengan Jerman agar produksi dan transportasi batu bara serta baja dari negara-negara Eropa yang meratifikasi perjanjian kerja sama dapat disatukan dan kontrol nasional naik tingkat menjadi pengawasan supranasional. Ihwal tersebut terjadi karena Jerman ingin melakukan peningkatan dalam bidang ekonomi-politik sekaligus menjadi langkah untuk mengantisipasi ancaman di kawasan Eropa.
ECSC sendiri selepas itu membuka dua organisasi sayap seiring dengan ambisi untuk menyatukan seluruh kawasan Eropa yang semakin mudah terlihat. Perjanjian Roma ditandatangani pada 25 Maret 1957 sebagai tanda pengesahan European Economic Comunity (EEC) dan European Atomic Energy Community (EAEC) sebelum akhirnya ketiga organisasi tersebut resmi bergabung sebagai European Community (EC) tanggal 8 April 1965 sesuai dengan isi Traktat Brussels dalam naungan European Communities yang seiring waktu berjalan terus mengalami penambahan anggota sambil mereka meratifikasi traktat perjanjian baik itu traktat perjanjian lama atau baru[3].
c. Profil/Latar Belakang Kawasan Rusia & Negara-negara sekitarnya
Tidak salah lagi kalau Rusia disebut sebagai negara terbesar di dunia. Bagaimana tidak, negara tempat Presiden Vladimir Putin bertakhta yang juga dijuluki sebagai “negeri beruang merah ini” berdiri di atas wilayah seluas 17 Juta Kilometer Persergi, 25 kali lipat melebihi luas wilayah negara Perancis dan 47 kali melebihi Jerman. Perjalanan sejarah menjadi jawaban terbaik untuk penyebab mengapa Rusia itu sangat besar.
Negara ini pernah melakukan ekspansi wilayah pada abad ke-15 dan ke-16 ketika Moskow berhasil mengendalikan seluruh kerajaan yang saling berperang sebelum mereka sanggup mempersatukan seluruh wilayah berpenghunikan orang-orang Rusia. Ekspansi ke Timur pernah terjadi di bawah kekuasaan Tsar Ivan IV Vasilyevich (Ivan yang Mengerikan, 1533-1584) tanpa kesulitan dan perlawanan berarti dari pihak lain yang mungkin menentang atau tidak setuju dengan upaya perluasan wilayah Rusia yang ujung-ujungnya membuat negara tersebut menjadi sepetak “Kerajaan Besar.” Lalu kendati ukuran Rusia sangat besar, namun tingkat populasi penduduk di sana justru rendah, yakni hanya sebanyak 146 juta jiwa yang masih kalah sedikit dari jumlah penduduk Indonesia serta sedikit mengungguli Jepang yang jauh luasnya jauh lebih kecil ketimbang Rusia sendiri. Besarnya ukuran Rusia sendiri pun turut mempersulit Rusia memperluas wilayah negaranya oleh sebab adanya persaingan dengan Polandia, Turki serta sejumlah kekuatan berpengaruh lainnya yang turut bersengketa memperbutkan wilayah[4].
Kemudian, negara pemilik nama resmi ‘Republik Federasi Rusia’ ini secara geografis berbatasan dengan sejumlah negara yang sebagai berikut, yakni Nordik (Finlandia, Swedia, Norwegia, Denmark), negara-negara Baltik, Eropa Tengah & Timur (Polandia, Ukraina, Moldova, merangkap negara-negara Balkan (Estonia, Latvia, Lithuania, Belarus), Asia Tengah (Kazakhstan, Tajikistan, Uzbekistan, Turkmenistan, Kyrgyztan) dan terakhir Asia Timur (Mongolia, Republik Rakyat Tiongkok, Republik Demokratik Korea Utara, Republik Korea Selatan dan Jepang). Dengan negara-negara yang saling membagi batas wilayah itulah Rusia menjalin sejumlah kerja sama internasional seperti contohnya, praktik ekspor-impor gas melalui saluran pipa bawah tanah, pembentukan Commonwealth of Independent States (CIS) serta Integrasi Eurasia bersama Kazakhstan dan Belarus (Ukraina sebagai observator)[5].
d. Analisis mengenai persamaan dan perbedaan Eropa-Rusia & Sekitarnya (Teori Regionalisme Andrew Hurrel 1995)
Indikator Persamaan-Perbedaan | Kawasan Eropa | Kawasan Rusia & Sekitarnya |
Regionalisasi | Terbentuk melalui kerjasama dan kesepakatan politik | Terbentuk melalui sistem ekspansi/perluasan wilayah |
Kesadaran & Identitas Regional | Menamakan diri sebagai Uni Eropa | Menamakan diri sebagai Uni Soviet |
Kerjasama regional antar-negara | Penandatanganan Schengen Agreement | Penandatanganan Warsaw Pact (1989) |
Integrasi regional yang didukung negara | Pembentukan diusulkan oleh Menteri Luar Negeri Perancis | Mempersatukan kerajaan yang bertempur (ekspansi) |
Kohesi regional | Negara kerajaan bersatu dengan negara republik dalam organisasi | Bekas negara kerajaan yang berubah menjadi negara republik |
2. Organisasi yang berdiri di Kawasan Eropa & Rusia beserta sekitarnya
a. Eropa
Council of Europe
Rencana mengenai pembentukan Council of Europe seyogyanya sudah mengemuka selepas Perang Dunia II usai. Tetapi statuta pembentukan organisasi ini baru ditandatangani di London, Inggris tanggal 5 Mei 1949 dan mulai berlaku sejak 3 Agustus 1949 sambil memakai Bahasa Inggris dan Perancis sebagai bahasa resminya. Organisasi Council of Europe banyak bergerak dalam bidang Hak Asasi Manusia (HAM) dan kemajuan ekonomi-sosial terbukti dengan dipegangnya dua dokumen perjanjian pokok yakni Konvensi HAM Eropa dan Piagam Sosial Eropa. Keduanya memuat protokol beserta hak-hak sosial-ekonomi yang mengatur dan menjamin hak-hak setiap warga negara. Pemerintah negara wajib menjamin itu dan Pengadilan HAM akan bertindak jika ada pelanggaran[6].
Subregion Benelux
Adalah kesatuan dari tiga negara Eropa Barat, yakni Belgia, Netherland dan Luxemburg yang terletak secara berdekatan. Mulai dibentuk sejak bulan Agustus 1946 menurut ratifikasi London Customs Convention tahun 1947 dan resmi berlaku secara sah tahun 1948. Subregion ini lalu membentuk parlemen sejenis majelis tahun 1955 dengan komposisi 21 anggota parlemen Belanda, 21 anggota parlemen Belgia dan sisanya 7 anggota parlemen Luxemburg yang menandatangani sejumlah perjanjian yang salah satunya fokus pada hak kekayaan intelektual. Bahasa resmi dalam institusi-institusi Benelux adalah Bahasa Belanda dan Bahasa Perancis[7].
b. Rusia & Negara-negara sekitarnya
Commonwealth of Independent States[8]
Merupakan organisasi regional untuk wilayah Rusia dan negara-negara sekitarnya yang berangotakan sebanyak 10 negara yakni Rusia, Azerbaijan, Moldova, Kazakhstan, Armenia, Kyrgyzstan, Tajikistan, Uzbekistan, Moldova, Belarus sebagai sembilan negara anggota tetap. Sedangkan Turkmenistan hadir dalam CIS sebagai anggota tidak tetap. Pembentukan organisasi ini sendiri diinisasi oleh Republik Federasi Rusia dengan tujuan untuk menjalin hubungan diplomatik baru pada tingkat kawasan lokal dan dunia internasional bersama sistem barunya meskipun sebenarnya kemunculan CIS sendiri masih terpaut hubungan erat dengan bubarnya kawasan Uni Soviet yang hari ini telah terpecah menjadi 15 negara yang berbeda-beda. Kemudian, karakter CIS sendiri bisa dilihat dari tiga poin utama sebagai berikut:
a. Kerjasama ekonomi antar-negara,
b. Kerjasama politik dan militer,
c. Pelaksanaan perjanjian yang sudah ditandatangani.
Keberadaan CIS di kawasan Rusia & sekitarnya menandakan bahwa Rusia memiliki hubungan diplomatik beserta hubungan-hubungan kerjasama internasional lainnya yang begitu erat dengan para negara tetangganya. Sehingga Rusia sendiri sangat layak untuk dikatakan sebagai negara besar yang turut memiliki pengaruh kuat di kancah dunia internasional mendekati Amerika Serikat sang negara adikuasa dunia sampai sekarang.
Integrasi Eurasia[9]
Bersama dengan Republik Kazakhstan dan Republik Belarus, Rusia turut membentuk organisasi yang bergerak membidangi integrasi kawasan Eurasia dengan status sebagai anggota tetap organisasi. Lalu di samping mereka bertiga, ada negara kandidat anggota yang sudah terlebih dahulu menyatakan keinginannya untuk bergabung dalam integrasi Eurasia yakni Republik Kyrgyzstan, Republik Tajikistan dan Armenia sementara Ukraina hadir sambil dia mengambil peran sebagai kandidat negara observator. Adapun mereka mengantongi segelintir agenda sekaligus program kerja organisasi yang menyangkut karakter kepemimpinan global, tantangan sistem perekonomian, ekspansi bangsa Islam, China & Eropa di berbagai belahan dunia dan perlindungan bagi negara beserta sumber daya alam.
Hubungan kerja sama dengan CIS sudah diawali sejak tahun 1995 untuk berikutnya menambah jumlah anggota dari tahun ke tahun disusul juga oleh peningkatan kerja sama berdasarkan tingkat organisasi.
c. Kekuatan-kelemahan organisasi di kawasan Eropa beserta Rusia & sekitarnya
Nama Organisasi | Letak Kawasan | Kekuatan | Kelemahan |
|
Eropa |
|
|
|
Rusia & Sekitarnya
|
|
|
3. Isu-isu penting dari masing-masing kawasan
a. Eropa
Peristiwa yang paling santer menjadi pembicaraan merangkap sorotan dunia di Eropa adalah Brexit yang secara etimologis berasal dari dua kata, yakni “Britain” dan “Exit.” Jika digabungkan, maka arti dua kata tersebut secara harfiah adalah keluarnya Inggris/Kerajaan Bersatu Britania Raya dari Uni Eropa. Brexit sendiri bermula dari gerakan politik yang dilakukan oleh sebagian rakyat Eropa khususnya rakyat Inggris yang menginginkan negaranya berpisah dengan kepengurusan Uni Eropa karena selama bergabung menjadi bagian dari sana, Inggris disinyalir kerap dihalangi oleh peraturan atau regulasi sistem perekonomian yang rumit dan kubu pengusul referendum gencar mengkampanyekan janji untuk mengembalikan kedaulatan Inggris dalam bidang perekonomian sekaligus untuk mengambil alih kekuasaan atas batas-batas pergerakan negara mereka.
Tetapi sebelum Inggris benar-benar melepaskan keanggotaannya dari Uni Eropa atau tidak, rakyat Inggris wajib mengikuti voting yang teknis penyelenggaraannya seperti ajang pemilihan umum di Indonesia dan juga negara-negara di belahan dunia lainnya. Secara bebas dan sukarela mereka memilih “setuju” atau “tidak setuju” jika Negara Kerajaan Bersatu Britania Raya mengajukan “perceraian” dengan Uni Eropa sesuai pandangan politik pribadi mereka. Hasilnya, sebanyak 52% warga Kerajaan Bersatu Britania Raya menyatakan bahwa negaranya harus berdiri sendiri tanpa intervensi Uni Eropa dalam bidang apapun sedangkan 48% sisanya menyatakan tetap ingin Inggris duduk di pangkuan Uni Eropa. Total tingkat partisipasi voting referendum Inggris bulan Juni 2016 adalah sebesar 71,8%. Kemudian, kendati telah menyatakan keluar dari Uni Eropa, Inggris masih tetap wajib melewati serangkaian proses politik agar benar-benar bisa bercerai dengan Uni Eropa selama 21 bulan atau hampir dua tahun. Berarti Inggris baru dapat dinyatakan keluar dari Uni Eropa secara total pada tanggal 29 Maret 2019 kelak[10].
David Cameron, dalam hal ini lantas mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri Inggris untuk selanjutnya digantikan oleh Theresa May sebagai perdana menteri yang baru.
b. Rusia dan sekitarnya
Isu penting dari kawasan Rusia dan negara-negara sekitarnya adalah krisis politik yang terjadi di wilayah Krimea, Ukraina. Krimea sendiri merupakan sebuah wilayah yang terletak di Timur Ukraina dan berbatasan langsung dengan Rusia. Mayoritas penduduknya pun menggunakan Bahasa Rusia sebagai bahasa ibu. Wilayah ini pun dikenal sebagai wilayah dengan pertumbuhan ekonomi paling lambat di Ukraina meski menyiman cadangan batu bara dalam jumlah besar.
Serangkaian proses referendum Krimea akibat krisis politik yang dialami oleh negaranya dipicu oleh kegelisahan masyarakat setempat terhadap dikudetanya Presiden Viktor Yanukovych yang akan mengancam kehidupan para pengguna Bahasa Rusia. Referendum pun akhirnya terjadi pada tanggal 16 Maret 2014 ketika Presiden Vladimir Putin akhirnya menarik wilayah Krimea kepada pangkuan negaranya. Akan tetapi referendum ini justru meletuskan perang saudara di wilayah timur Ukraina pada 7 April 2014 yang melibatkan konfrontasi antara pasukan tentara Republik Rakyat Donetsk (DNR) dengan Republik Rakyat Lugansk (LNR). Mereka mengumumkan referendum dari Ukraina sambil perang terus berkecamuk hingga sekarang meski Perjanjian Minsk berhasil tercapai pada 12 Februari 2015. Lalu kedua belah pihak pun disinyalir sulit atau bahkan tidak bersama menempuh jalan perdamaian karena mereka saling menuduh & menyalahkan satu sama lain.
Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev dalam pernyataannya, menegaskan jika wilayah Krimea adalah sepenuhnya milik Rusia sementara Donbass adalah sepenuhnya milik ukraina. Pemerintah Republik Federasi Rusia menyatakan pihaknya lepas tangan atas peperangan yang melibatkan warganya atas inisiatif mereka dan meski demikian, Rusia tetap mengirim bantuan kemanusiaan kepada Krimea sambil ia dituduh mendukung Ukraina oleh Barat yang mengirim relawan walau tidak mengintervensi[11].
c. Hambatan/Tantangan dalam menyelesaikan isu penting di kawasan terkait
Isu Penting | Kawasan | Tantangan/Hambatan |
Brexit/Referendum keanggotaan Inggris dari Uni Eropa | Eropa |
|
Krisis Politik Ukraina (Kasus Krimea) | Rusia & Negara-negara sekitarnya |
|
Masing-masing kasus yang tercantum dalam isu-isu penting dari setiap kawasan tentu akan mengundang risiko, akibat, konsekuensi dan tantangan/hambatannya tersendiri. Tipe tantangan-hambatan pada setiap kawasan sudah pasti akan sangat berbeda satu sama lain. Seperti yang sudah dijabarkan pada tabel di atas, Inggris yang sudah menyatakan perpisahannya dengan seluruh negara anggota Uni Eropa sejatinya masih bisa kembali bergabung di dalam organisasi dengan alasan beserta keyakinan hati-nurani masing-masing. Akan tetapi mekanisme yang tercantum dalam regulasi atau peraturan undang-undang Uni Eropa dirasa akan mempersulit keinginan Inggris untuk kembali bergabung sebagai anggota. Serta dampak perekonomian tidak dipungkiri akan terjadi dan memberi pengaruh besar kepada Inggris sendiri, negara tetangganya di Uni Eropa dan negara seluruh dunia.
Serta menurut Dekan Fakultas Ekonomi Dunia & Hubungan Internasional (HSE) Moskow Sergey Karaganov senada dengan pendapat Wakil Direktur Institut Negara-negara CIS Vladimir Yevseyev, Perjanjian Minsk adalah jalan terakhir bagi Rusia dan negara-negara sekitarnya untuk bisa mencapai perdamaian lewat upaya gencatan senjata sebelum pemahaman radikal semakin berkembang pesat karena semakin maraknya pengiriman senjata api secara ilegal. Peran negara lain turut dibutuhkan untuk mencapai suatu kesepakatan bersama antar-negara[13].
Sumber:
[1] S., Nuraeini, Silvya, Deasy dan Sudirman, Arif, 2017, Regionalisme Dalam Studi Hubungan Internasional,
Pustaka Pelajar, Yogyakarta. (Hal. 1-3).
[2] Ibid 1 (Hal. 6-13).
[3] Ibid 1 (Hal. 138-142).
[4] Lobanova, Katerina, 2017, Mengapa Wilayah Rusia Sangat Besar? https://id.rbth.com/discover_russia/2017/02/05/mengapa-wilayah-rusia-sangat-besar_zyx695806, diakses 17 Mei 2018.
[5] Kurnadi, Andrea Prisca, 2018, Russia and It’s Neighbours, Universitas Katolik Parahyangan, Bandung. (Hal. 4-19).
[6] Ibid 1 (Hal. 167-168).
[7] Ibid 1 (Hal. 181-183)
[8] Ibid 5 (Hal. 20-22).
[9] Ibid 5 (Hal. 23-25).
[10] Fruen, Lauren and Mullin, Gema, 2018, FINAL COUNTDOWN What is Brexit, when will Britain leave the EU and what happens after March 29 2019? https://www.thesun.co.uk/news/2099807/brexit-leave-eu-march-29-2019-deal-negotiations/, diakses 18 Mei 2018.
[11] Yegorov, Oleg, 2017, Perang Ukraina: Apa dan Kenapa? https://id.rbth.com/politics/2017/02/22/apa-yang-sebenarnya-terjadi-di-ukraina_zyx707361, diakses 18 Mei 2018.
[12] Ibid.
[13] Ibid.
Comments